Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love - Hallo sahabat PROSROZER, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Cerpen, yang saya tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love
link : Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love
Anda sekarang membaca artikel Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love dengan alamat link https://prosrozer.blogspot.com/2018/06/dari-pensil-menjadi-cinta.html
Judul : Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love
link : Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love
Baca juga
Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love
Dari Pensil Menjadi Cinta
Cinta kata yang sudah melekat pada remaja
ssaat ini. Setiap remaja mempunyai alur cerita yang berbeda-beda, namun dasar
dari suatu kata yaitu cinta. Sebuah cerita dari sebuah pensil menjadi cinta.
Di salah satu kota di Indonesia, hiduplah
seorang remaja lelaki yang berumur 15 tahun, dia bernama Rafa tepatnya adalah
Rafael Permana. Rafa adalah lelaki yang tangguh dan selalu semangat. Rafa dia
tiinggi, memiliki warna kulit coklat, dan juga berhidung pesek dan masih menjadi
murid di salah satu SMK favorit di kotanya. Rafa
memiliki hobi yang disukai oleh para lelaki dalam berbagai usia. Hobinya adalah
bermain futsal. Sungguh tidak aneh jika seorang lelalki memiliki hobi bermain
futsal.Hampir setiap hari Rafa bermain futsal dilapang sekolahnya. Menurutnya,
bermain futsal adalah cara ampuh untuk menenangkan pikiranya, ya meskipun
menenangkan pikiran dalam waktu sebentar saja dana khirnya teringat kembali.
Suatu
hari, ketika jam istirahat berlangsung Rafa bermain futsal Bersama
kawan-kawanya dilapang sekolah hingga akhirnya Rafa memandang seorang perempuan
yang memiliki tubuh tidak terlalu tinggi dan berwajah datar tetapi sangat
menarik perhatianya Rafa sangat penasaran kepada perempuan itu dan ternyata
kelas mereka berdekatan dan hanya terhalang oleh satu kelas, bisa dibilang
kelas mereka bertetanggaan. Perempuann itu bernama Athala Putri. Dia adalah
perempuan jutek tetapi sangat menyenangkan jiga sudah dekat itu adalah hal yang
Rafa simpulkan berdasarkan pengamatan dia akhir-akhir ini. Rafa terus
memperhatikan Athala dari jauh dan dengan cara yang terbaik tentunya denga cara
diam-diam.
Hngga Rafa tak tahan lagi menahan
perasaanya, maka dari itu dia meminta kontak athala kepada temanya yang satu
kelas dnegan athala. Singkat cerita, Rafa mendapatkan kontak line itu dari
temanya yang satu sekelas dengan perempuan yang dia kagumi. Bersukurlah dia memiliki teman yang satu
kelas dengan perempuan yang dia kagumi secara diam-diam dalam jangka waktu yang
sudah cukup lama ini. Rafa bingung, haruskah dia mengirmimpesankepada athala?
Atau hanya akan menjadi pengagum rahasianya saja? Rafa sangat bingung hingga
dia melemparkan handphonenya kearah tampat tidur “arghhh, gimana nih? Gua
bingung gimana ngechat athala, tapi gua pengen banget deket sama dia.” Rafa
bingung sendiri, bergumam sendiri dan dia memustuskan untuk mengirim chat
kepada athala mencari nama athala dan membuka profilenya, dia melihat foto
profil gadis itu dan dia bergumam “imut bangettt” dan dia tidak sengaja
memencet tombol videocall, dia langsung terkejut “sialan ini apaan” dalam waktu
beberapa detik dia langsungmenekan tombol batalkan. “salah gua apa yaallah
kenapa bisa kepencet video call segala” ia bergumam pada dirinya sendiri hingga
dia tertidur lelap.
Lalu dia terbangun Karena ada notifikasi
dari aplikasi linenya. Dia membuka line dan terdapat nama “Athala” dia sangat
kaget , “gua mimpi bukan sih? “ sambal menampardirinya sendiri. Terdapat pesan
yang tuliskan “siapa ya? Ada apa video call ?” mata Rafa langsung membulat seperti
telor mata sapi. Dia membacanya berulang-ulang dan mencubit pipinya, “sakitt,
ini bukan mimpikan ?gilaa athala ngebales line gua.” Dia langsung membalas line
athala tersebut “ maaf gua semalem tidak sengaja memencet tombol video call”
selang beberapa menit kemudian athala membalas line rafa dengan jawaban
singkatnya “ohiyah gapapa”. Rafa berbicara dihatinya “mungkin dia tipe cewe
jutek, judes” yang terlilntas dipikiranya.Rafa langsung membalas “maaf gua
boleh nanya ?” beberapa menit kemudian
athala membalas dengan singkat “boleh”. Rafa langsung membalasnya “nama lu
siapa?” Rafa bergumam dihatinya “basi-basi dulu lah ah, mungkinini cara terbaik
buat deket sama dia”. Basi-basi tersebut berjalan terus menerus. Rafa bergumam
dihatinya “ OMG gua seneng banget akhirnya..” keesokan harinya gua dia
memberanikan diri dengan mengirim pesan ke linenya athala “Pagi athala “ selang
beberapa menit kemudian athala mebalasnya “pagi juga” rafa terkejut “ini
beneran athala bales chat gua lagi?” akhirnya chat itu terusmenerus. Di suatu
pagi hari yag cerah rafa jalan Karena hendak
memasuki kelasnya. Dia memandang kelas athala dan ternyata athala sedang
duduk sendiri, athala memandang rafa dan rafa juga memandanganya, lalu athala senyum
kedapa rafa, rafa l=juga senyum lalu dia bergumam dihatinya “ ya allah
pagi=pagi gua di senyumin bidadari” sangat senang sekali hatinya. Saat hendak
mulai belajar dia bingung mencari sebuah pensil “arghh, kamvret kenapa harus
lupa sama pensil” dengan wajah bingung dan sangat kesal Karena pasca pelajaran
itu diwajibkan membawa pensil “hmm, kenapa gua ga minjem ke athala aja ya ?”
dia langsung mengirim pesan untuk meminjam pensil tersebut. Dan akhirnya athala
membalasnya dan memperbolehkan rafa meminjam pensil tersebut. Hari-hari
berganti terus menerus setiap pasca pembelajaran itu rafa sering meminjam
pensil dia bergumam “jadi gua deket dengan dia oleh sebuah pensil ?” dengan
wajah tersenyumnya.
Hari berganti dan athala mulai nyaman.
Hingga suatu hari sahabat rafa menghampiri rafa “bro gua ngebet suka sama kelas
tatangga loh nih “ tanya sahabat rafa dengan wajah riang. “Emang lo suka sama
siapa gitu ?” tanya rafa dengan wajah penasaran. “itu loh athala massa gatau”
jawab sahabat rafa.”oh itu”, rafa menjawab dengan wajah kesalnya itu. Hingga saatnya
rafa berpikir “mungkin gua harus relain athala sama sahabat gua”. Pasca itu
rafa menjauhi athala. Atha menghubungi rafa “tumben ga ngechat udah punya pacar
yah ?” tanya athala rafa menjawab “ bukanya lo yahh sama itu axel?” athala
langsung membalasnya “ iyah bener dia emang deketin gua dia sempet ngungkapin
perasaanya tapi gua engga mau gua cuman anggap dia temen”. Pasca itu rafa
bergumam “ gua harus ungkapin perasaan ini kepada athala” waktu pulang sekolah
rafa bertemu dengan athala dia berbicara “athala putri sebeneranya gua suka
sama lo. Lo mau ga jadi teman hidup gua ?” tanya rafa dengan wajah serius
sambal memegang sebuah bunga mawar indah. “iyah fa sebenernya gua juga mau jadi
temen hidup lo Karena lo yang bikin gua nyaman denga sikap lo yang unik itu”.
Betapa senangnya rafa dan rafa mengantar athala ke rumahnya. Pasca rafa jadian
sama athala sahabat rafa axel marah, ngamuk dan disitu mulai ada percekcokan
antara rafa dan axel. Dan di suatu pagi yang hari rafa mengahmpiri axel dia
menjelaskan semuanya dan axel menerima penjelasan sekaligus pemaafanya “ semoga
lo langgeng bro” jawab axel”. Thanks bro” jawab singkat rafa dengan wajah
senang Karena sudah baikan besama sahabatnya itu.
-------------------------------------------------- ---- The end -------------------------------------------- -
From Pencil Being Love
Love the word that is attached to teen ssaat this. Every teen has a different story line, but the basis of a word of love. A story from a pencil becomes love.
In one city in Indonesia, there lived a teenage boy of 15 years old, he was named Rafa is Rafael Permana exactly. Rafa is a tough guy and always a spirit. Rafa he tiinggi, has a brown skin color, and also snub-nosed and still a student in one of the favorite SMK in his town. Rafa has a hobby that is liked by men in various ages. His hobbies are playing futsal. It is not strange if a lelalki have a hobby of playing futsal.Almost every day Rafa playing futsal dilapang school. According
to him, playing futsal is a powerful way to calm his mind, so even
though calm the mind in a moment khirnya funds were recalled.
Something
day,
when the break time Rafa played futsal With his colleagues dilapang
school until finally Rafa looked at a woman who has a body not too tall
and flat-faced but very interesting attention Rafa is very curious to
the woman and it turns out their class is close and only hindered by one
class, arguably their adjacent class. The woman is called Athala Putri. She is a jutek woman but very jiga is near it is a thing that Rafa concluded based on his observations lately. Rafa continues to look at Athala from afar and in the best way of course with a quiet way.
Hngga
Rafa could not bear to hold back his feelings, so from that he asked
contacts athala to the theme of a class dnegan athala. Long story short, Rafa get that line contact from his one classmate with the woman she admires. Be thankful he has a classmate friend with a woman whom he has admired secretly for a long time. Rafa confused, should he send an email to athala? Or will it just be his secret admirer? Rafa is so confused that he throws his phone towards the bed "arghhh, how ya? "Rafa
confused herself, muttering to herself and she was meant to send a chat
to athala looking for the name of the athala and opening her profile,
she saw the girl's profile picture and she mumbled" cute bangettt "and
he accidentally pressed the videocall button, he was immediately
startled "this damn fuck" within a few seconds he immediately pressed
the cancel button. "Wrong cave what yaallah why can kepencet video call everything" he muttered to himself until he fell sound asleep.
Then she woke up because there was a notification from her linen app. He opened the line and there was the name "Athala" he was very surprised, "cave dream is not it? "Sauce slaps her own. There is a message that says "who is it? What's the video call? "Rafa's eyes immediately rounded like a cow's eyes. He
read it over and over and pinched his cheek, "sakitt, this is not a
dream? Gilaa athala ngebales line cave." He immediately replied to the
line athala "sorry cave semerjal accidentally pressed the video call
button" lapse a few minutes later athala reply line rafa with answer in
short "ohiyah gapapa". Rafa
speaks in his heart "maybe he's the type of girl jutek, judes" who
terlilntas dipikiranya.Rafa immediately reply "sorry I can ask?" A few
minutes then athala reply with a short "may". Rafa
immediately replied "Who's the name?" Rafa murmured in his heart "the
first is ah, maybe this is the best way to make deket with him". The talks go on and on. Rafa
murmured his heart "OMG cave really happy .." the next day cave he
ventured by sending a message to linenya athala "Pagi athala" lapse a
few minutes later athala mebalasnya "morning also" rafa surprised "this
really athala bales chat cave again? eventually the chat continues. In one morning bright yag road rafa Because want to
enters its class. He
looked at the athala class and it turned out that athala was sitting
alone, athala looked at rafa and rafa also mengandanganya, then athala
smile as much as rafa, rafa l = also smile then he murmured dihatinya
"ya allah morning = morning cave in senyumin bidadari" very happy his heart. When
he started to study he was confused to look for a pencil "arghh,
kamvret why should forget the same pencil" with a face confused and very
upset Because the lesson was required to bring a pencil "hmm, why not
minjem ga athala aja ya?" He immediately sent a message for borrowed the
pencil. And finally athala reply and allow rafa to borrow the pencil. The
days of continuous change every post-learning rafa often borrow a
pencil he murmured "so cave deket with him by a pencil?" With his
smiling face.
Days change and athala start comfortable. Until
one day rafa friends approached rafa "bro cave ngebet like same class
tatangga loh nih" asked friend rafa with cheerful face. "Emang lo like who is that?" Asked rafa with a curious face. "It loh athala mass gatau" replied the friend of rafa. "Oh that", rafa replied with his annoyed face. Until the time rafa think "maybe cave must relain athala same friend cave". After that rafa away from athala. Atha
contact rafa "tumben ga ngechat already have a boyfriend yah?" Asked
athala rafa replied "is not ya yahh the same axel?" Athala directly
reply "yes bener he emang deketin cave he sengket ngungkapin his feeling
but cave I want to cave corang cew him" . After
that rafa mumble "cave must express this feeling to athala" time home
school rafa meet with athala he talk "athala princess sebeneranya cave
likes same lo. Lo want to be a friend of life cave? "Asked rafa with a serious facial face holding a beautiful rose. "Iyah fa actually cave also want to be temen hidup lo Because lo that make cave comfortable with lo's unique attitude". How happy rafa and rafa brought athala to his home. Post rafa invented the same athala friend rafa axel angry, rampage and there began to have a bickering between rafa and axel. And
on one morning the day rafa mengahmpiri axel he explained everything
and axel receive explanations at once forgiving "hope lo le broke"
answered axel ". Thanks bro "replied brief rafa with happy face Because it was good with his best friend.
-------------------------------------------------- ---- The end -------------------------------------------- -
-------------------------------------------------- ---- The end -------------------------------------------- -
Demikianlah Artikel Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love
Sekianlah artikel Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Dari Pensil Menjadi CInta / From Pencil Being Love dengan alamat link https://prosrozer.blogspot.com/2018/06/dari-pensil-menjadi-cinta.html
Advertisement

EmoticonEmoticon