IMAJINASI / IMAGINATION - Hallo sahabat PROSROZER, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul IMAJINASI / IMAGINATION, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Cerpen, yang saya tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : IMAJINASI / IMAGINATION
link : IMAJINASI / IMAGINATION
Anda sekarang membaca artikel IMAJINASI / IMAGINATION dengan alamat link https://prosrozer.blogspot.com/2018/06/imajinasi.html
Judul : IMAJINASI / IMAGINATION
link : IMAJINASI / IMAGINATION
Baca juga
IMAJINASI / IMAGINATION
IMAJINASI
Namanya
nadhira sering dipanggil dhira, anak kelas xi mipa 3. Mungil dan konyol, tipe
cewek polos yang selalu ketawa. Ceria dan lincah. Sudah rahasia umum kalau
semua oranga tau bahwa tipe cowok idaman nadhira adalah cowok menarik dan pintar,
sudah rahasia umum juga kalau yang cocok untuk type nadhira adalah
Farid, anak kelas xi 2, yang selalu memenangkan olimpiade mipa itu, sudah
rahasia umum juga kalau lakau nadhira menyukai farid.
Namanya
farid, anak kelas xi mipa 2. Menarik dan pintar, tipe cowok serius yang
menekuni buku. Tapi seru di ajak becanda, cowok yang selalu memakai Hoodie,
kalem dan ramah. Sudah rahasia umum kalau tipe farid adalah cewek mungil, imut,
konyok. Sudah rahasia umum juga kalau tipe yang coccok untuk farid adalah
Nadhira. Anak xi mipa 3, yang mempunyai segudang teman. Sudahrahasia umum, kau
farid menyukai nadhira.
Nadhira
tidakpernah tau dantidak mengerti, mengapa semua menyangkajika nadhira menyukai
farid. Iya farid, memang menarik. Iya, farid memang sesuai dengan typenya. Tapi,
dhira tidak menyukai cowok itu.
Seprti
biasanya Nadhira sudah sampai di sekolahnya saat masih beberapa murid, dia
berjalan melewati koridor sekolah tiba-tiba seseorang menabraknya. Membuatnya
terjatuh dan disusul bebrapa bukua yang di bawanya, oranga itu terjatuh
dansegera membantu nadhira berdiri.
“sori-sori” suara bass itu membuatnadhira
segera berdiri dibantu orang tersebut, “gakpapa salah gue juga” sahut dhira
ramah, lalu berdiri tegak. “derita orang pendek, enakya tinggikaya lo” cowokitu
tersenyum, lalu memasang wajah seriusnya kembali “ada yang luka?lecet? sakit?
Berdarah?”
“enggak,
yaampun gue Cuma jatoh.” Ucap dhira, lalu membantu membawakan buku-buku yang
berserakan. “makasih, by the way gue farid” dhira terdiam sejenak. “gue dhira
salam kenal”. Farid sedikit kaget begitu menyadari ucapan dhira. Dhira? Cewek
yang semua orang mengira farid menyukai cewek ini. Tanan dhira terasa kecil dan
lembut, pas dalam genggaman farid. Meraka berjabat tangan agak lama, menapat
kedalam mata masing-masing, hingga farid tersadar duluan dan menaik ulurannya.
Diikuti oleh dhira, “gue keke kelas dulan” pamit dhira begitu farid memasukan
tangannya kedalam Hoodie yang sedang dipakai.
Farid
masih merasakan tangan dhira selama diperjalanan menuju perpus, namun rasa itu telah
hilang setelah farid melihat sahabatnya. Geunta, geunta menyukai dhira. Dhira
memperhatikan punggung farid, yang semakin menjauh. Dhira masih merasakan
genggaman farid dalam tangannya, tapi rasa itu menghilang setelah melihat
temannya. Fany, fany menyukai farid. Kalau boleh jujur fany memang cocok dengan
farid, mereka sama-samaserius, sama-sama dewasa. Tunggu. Emangapa dhira
memikirkan farid seperti ini? Tidak mungkin dhira menyukai faris secara cepat,
dhira tidak mau menyakiti hati fany,
Menurut
farid, geunta memang cocok dengan dhira, populer, seperti dhira. Konyol,
seperti dhira. Tunggu kenapa farid memikirkan dhira? Apa lagi farid tahu kalau
geunta menyukai dhira. Tanpa sadar farid sudah duduk disamping geunta, yang
sedang memaikan hp-nya di bangkunya “eh, lobisa dateng ke pertandingan basket
rabu ini gak, apa lagi team cheesnya ada dhira” farid tersenyum tipis. “iya gue
usahain”.
Tubuh
dhira dibalut costum team cheersnya, dan berniat mengikuti latihan, tapi fany
memanggilnya. Lalu mereka saling menghampiri, “dhir bentar deh..” ucap fany.
“ada apa fan?” tanya dhira. “bantuin gue jadian sama farid dong”. Dhira
langsung berdegup kencang dalam jantungnya. “ohh, tapikan gue gak deket sama
dia”ucap dhira. “ya pokoknya bantuin aja, minta id linenya kek atau apa?” pinta
fany, dhira terdiam sejenak lalu mengangguk.
Geunta
dan farid berniat pulang sekolah bersama
seusai mereka, dan melewati sisi lapang sekolah yang ditempati latihan
eskul cheers demi kesenangan geunta “kalo kayak gini mah gue gak bakalan fukus
buat balik” ucap geunta. “tadi katanya seneng kalo liat dhira” geunta mengusut
sambil membawa kunci motornya dalam saku.
Hari
rabu, lomba basket sekolah dhira dan SMA satu akan di muali beberapa meit lagi.
Dhira sudah siap, hanya tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dhira menoleh dan
begitu kaget “dhirakan?” dhira langsung menengok orang itu, “gue kira lo gak
kenal gue.” Ucap geunta “siapasih yang gak kenal geunta?” ucap dhira sambil
memutar bola matnya. “by the way, lo mau kemana? Mau nemenin gue beli minum
gak?” lalu dhira mengangguk.
Dan farid sudah duduk manis di kursi penonton
di bagian paling depan, menunggu pertandingan dimulai dan juga menunggu dhira
dengan aksi lompat-lompatnya. Farid tau ini salah, farid tidak dapat
menghilangkan dhira dari hatinya dengan cepat. Tiba-tiba seseorang menepuk
pundaknya, geunta tau orang itu. Fany, cewek yang selalu berjalan dengan fany.
“faridkan?”
sahutnya, “ dan lo fany kan?” farid menyahut ramah, “kenapa?mau duduk? Di
sebelah gue kodongkok.” Wajah fany terlihat berbinar. “beneran boleh?” lalu
farid bergeser sedikit agar tempat duduk fany lebih luas. Memang tidak semungil
dhira.
Pada
akhirnya, mencintai tidak harus memiliki kan?
-------------------------------------------------- ---- The end -------------------------------------------- -
IMAGINATION
His name is often called nadhira dhira, xi mipa class 3. Tiny and silly, plain chick type who always laugh. Cheerful and lively. It's
a common secret that everybody knows that the ideal type of guy nadhira
is an attractive and intelligent guy. It's also a common secret that if
the type of nadhira is suitable for Farid, the xi 2 class boy, who
always won the mipa olympics, it's also common knowledge that nadhira
lacau liked farid.
His name is farid, xi mipa class 2. Interesting and smart, serious type of guy who pursue the book. But exclamation in joking, the guy who always wear Hoodie, calm and friendly. It's common knowledge that farid type is a little girl, cute, konyok. It's also a common secret that the type that is a farid for farid is Nadhira. Child xi mipa 3, which has a myriad of friends. It's a general secret, you farid like nadhira.
Nadhira never know and do not understand, why all menyangkajika nadhira like farid. Yes farid, it is interesting. Yes, farid is in accordance with its type. But, dhira did not like that guy.
As
usual Nadhira had arrived at his school while still a few pupils, he
walked through the school corridor suddenly someone bumped into him. Make it fall and followed bebrapa bukua in the carry, the person fell and immediately helped nadhira stand.
"Sori-sori"
bass voice that make nadhira immediately standing assisted the person,
"gakpapa my fault too" said dhira friendly, then stood upright. "Short person suffering, enakya tinggiikaya lo" the guy is smiling, then put his serious face back "there is a wound? sick? Bloody?"
"Enggak, yaampun I just jatoh." Said dhira, then help bring the books scattered. "Thanks, by the way I farid" dhira paused for a moment. "I dhira greetings know". Farid was a little surprised when he realized the words dhira. Dhira? The girl everyone thinks farid likes this girl. The dhira's match feels small and soft, fitting in farid's grip. They shook hands for a long time, gained into each other's eyes, until Farid realized first and up his stretch. Followed by dhira, "I keke class dulan" farewell dhira so farid put his hand into the Hoodie is being worn.
Farid still felt the dhira's hand during the journey to the library, but the taste was gone after farid saw his best friend. Geunta, geunta loves dhira. Dhira watched Farid's back, which was getting away. Dhira still felt farid's grip in her hand, but the taste disappeared after seeing her friend. Fany, fany like farid. If you can be honest fany it farid match, they are the same-samaserius, same adult. Wait. Emangapa dhira think of farid like this? It is not possible dhira likes faris quickly, dhira not want to hurt fany heart,
According to Farid, geunta is compatible with dhira, popular, like dhira. Ridiculous, like dhira. Wait why farid think of dhira? What else does farid know if geunta loves dhira. Unconsciously
farid was sitting beside the geunta, who was putting his hp on the
bench "eh, lobisa dateng to basketball game this is not, what else
cheesnya team there dhira" farid smile thinly. "Yes I am usahain".
Dhira body wrapped in costum cheersnya team, and intend to follow the exercise, but fany call him. Then they approach each other, "dhir moment deh .." said Fany. "What's the fan?" Asked dhira. "Help me invite the same farid dong". Dhira instantly pounded in her heart. "Ohh, tapikan I do not deket him" said dhira. "Ya just helpin wrote, ask id linenya kek or what?" Pinta fany, dhira paused and then nodded.
Geunta
and farid intend to go back to school with them after school, and past
the school side where the eskul cheers for the pleasure of geunta "if I
do not want to make a fukus behind it" said geunta. "He said seneng kalo liat dhira" geunta investigate while carrying the key in the bike pocket.
Wednesday, the dhira and high school basketball contest will be in a few more minutes. Dhira
is ready, just suddenly someone tapped his shoulder dhira turned and so
surprised "dhirakan?" Dhira immediately look at the person, "I guess
you do not know me." Said geunta "Thank you who do not know geunta?"
Dhira said while turning the ball mat. "By the way, where do you want to go? Want nemenin I buy a drink is not? "Then dhira nodded.
And
farid was already sitting nicely in the front seat at the front,
waiting for the game to start and also waiting for dhira with his
jumping action. Farid knows this is wrong, farid can not get rid of dhira from his heart quickly. Suddenly someone pats his shoulder, geunta knows the person. Fany, the girl who always goes with fany.
"Faridkan?" He replied, "and lo fany right?" Farid replied kindly, "why? Next to me is a kodongkok. "Fany face looks sparkling. "Really allowed?" Then Farid shifted slightly to make the seat more spacious. It is not as small as dhira.
In the end, love does not have to have right?
-------------------------------------------------- ---- The end -------------------------------------------- -
-------------------------------------------------- ---- The end -------------------------------------------- -
Demikianlah Artikel IMAJINASI / IMAGINATION
Sekianlah artikel IMAJINASI / IMAGINATION kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel IMAJINASI / IMAGINATION dengan alamat link https://prosrozer.blogspot.com/2018/06/imajinasi.html
Advertisement

EmoticonEmoticon