-->

Services

IMAJINASI / IMAGINATION

- 07:17
IMAJINASI / IMAGINATION - Hallo sahabat PROSROZER, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul IMAJINASI / IMAGINATION, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Cerpen, yang saya tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : IMAJINASI / IMAGINATION
link : IMAJINASI / IMAGINATION

Baca juga


IMAJINASI / IMAGINATION

     

IMAJINASI

Namanya nadhira sering dipanggil dhira, anak kelas xi mipa 3. Mungil dan konyol, tipe cewek polos yang selalu ketawa. Ceria dan lincah. Sudah rahasia umum kalau semua oranga tau bahwa tipe cowok idaman nadhira adalah cowok menarik  dan pintar,  sudah rahasia umum juga kalau yang cocok untuk type nadhira adalah Farid, anak kelas xi 2, yang selalu memenangkan olimpiade mipa itu, sudah rahasia umum juga kalau lakau nadhira menyukai farid.
                Namanya farid, anak kelas xi mipa 2. Menarik dan pintar, tipe cowok serius yang menekuni buku. Tapi seru di ajak becanda, cowok yang selalu memakai Hoodie, kalem dan ramah. Sudah rahasia umum kalau tipe farid adalah cewek mungil, imut, konyok. Sudah rahasia umum juga kalau tipe yang coccok untuk farid adalah Nadhira. Anak xi mipa 3, yang mempunyai segudang teman. Sudahrahasia umum, kau farid menyukai nadhira.
                Nadhira tidakpernah tau dantidak mengerti, mengapa semua menyangkajika nadhira menyukai farid. Iya farid, memang menarik. Iya, farid memang sesuai dengan typenya. Tapi, dhira tidak menyukai cowok itu.
                Seprti biasanya Nadhira sudah sampai di sekolahnya saat masih beberapa murid, dia berjalan melewati koridor sekolah tiba-tiba seseorang menabraknya. Membuatnya terjatuh dan disusul bebrapa bukua yang di bawanya, oranga itu terjatuh dansegera membantu nadhira berdiri.
“sori-sori” suara bass itu membuatnadhira segera berdiri dibantu orang tersebut, “gakpapa salah gue juga” sahut dhira ramah, lalu berdiri tegak. “derita orang pendek, enakya tinggikaya lo” cowokitu tersenyum, lalu memasang wajah seriusnya kembali “ada yang luka?lecet? sakit? Berdarah?”
                “enggak, yaampun gue Cuma jatoh.” Ucap dhira, lalu membantu membawakan buku-buku yang berserakan. “makasih, by the way gue farid” dhira terdiam sejenak. “gue dhira salam kenal”. Farid sedikit kaget begitu menyadari ucapan dhira. Dhira? Cewek yang semua orang mengira farid menyukai cewek ini. Tanan dhira terasa kecil dan lembut, pas dalam genggaman farid. Meraka berjabat tangan agak lama, menapat kedalam mata masing-masing, hingga farid tersadar duluan dan menaik ulurannya. Diikuti oleh dhira, “gue keke kelas dulan” pamit dhira begitu farid memasukan tangannya kedalam Hoodie yang sedang dipakai.
                Farid masih merasakan tangan dhira selama diperjalanan menuju perpus, namun rasa itu telah hilang setelah farid melihat sahabatnya. Geunta, geunta menyukai dhira. Dhira memperhatikan punggung farid, yang semakin menjauh. Dhira masih merasakan genggaman farid dalam tangannya, tapi rasa itu menghilang setelah melihat temannya. Fany, fany menyukai farid. Kalau boleh jujur fany memang cocok dengan farid, mereka sama-samaserius, sama-sama dewasa. Tunggu. Emangapa dhira memikirkan farid seperti ini? Tidak mungkin dhira menyukai faris secara cepat, dhira tidak mau menyakiti hati fany,
                Menurut farid, geunta memang cocok dengan dhira, populer, seperti dhira. Konyol, seperti dhira. Tunggu kenapa farid memikirkan dhira? Apa lagi farid tahu kalau geunta menyukai dhira. Tanpa sadar farid sudah duduk disamping geunta, yang sedang memaikan hp-nya di bangkunya “eh, lobisa dateng ke pertandingan basket rabu ini gak, apa lagi team cheesnya ada dhira” farid tersenyum tipis. “iya gue usahain”.
                Tubuh dhira dibalut costum team cheersnya, dan berniat mengikuti latihan, tapi fany memanggilnya. Lalu mereka saling menghampiri, “dhir bentar deh..” ucap fany. “ada apa fan?” tanya dhira. “bantuin gue jadian sama farid dong”. Dhira langsung berdegup kencang dalam jantungnya. “ohh, tapikan gue gak deket sama dia”ucap dhira. “ya pokoknya bantuin aja, minta id linenya kek atau apa?” pinta fany, dhira terdiam sejenak lalu mengangguk.
                Geunta dan farid berniat pulang sekolah bersama  seusai mereka, dan melewati sisi lapang sekolah yang ditempati latihan eskul cheers demi kesenangan geunta “kalo kayak gini mah gue gak bakalan fukus buat balik” ucap geunta. “tadi katanya seneng kalo liat dhira” geunta mengusut sambil membawa kunci motornya dalam saku.
                Hari rabu, lomba basket sekolah dhira dan SMA satu akan di muali beberapa meit lagi. Dhira sudah siap, hanya tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dhira menoleh dan begitu kaget “dhirakan?” dhira langsung menengok orang itu, “gue kira lo gak kenal gue.” Ucap geunta “siapasih yang gak kenal geunta?” ucap dhira sambil memutar bola matnya. “by the way, lo mau kemana? Mau nemenin gue beli minum gak?” lalu dhira mengangguk.
                 Dan farid sudah duduk manis di kursi penonton di bagian paling depan, menunggu pertandingan dimulai dan juga menunggu dhira dengan aksi lompat-lompatnya. Farid tau ini salah, farid tidak dapat menghilangkan dhira dari hatinya dengan cepat. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya, geunta tau orang itu. Fany, cewek yang selalu berjalan dengan fany.
                “faridkan?” sahutnya, “ dan lo fany kan?” farid menyahut ramah, “kenapa?mau duduk? Di sebelah gue kodongkok.” Wajah fany terlihat berbinar. “beneran boleh?” lalu farid bergeser sedikit agar tempat duduk fany lebih luas. Memang tidak semungil dhira.
                Pada akhirnya, mencintai tidak harus memiliki kan?
-------------------------------------------------- ---- The end -------------------------------------------- -

IMAGINATION
His name is often called nadhira dhira, xi mipa class 3. Tiny and silly, plain chick type who always laugh. Cheerful and lively. It's a common secret that everybody knows that the ideal type of guy nadhira is an attractive and intelligent guy. It's also a common secret that if the type of nadhira is suitable for Farid, the xi 2 class boy, who always won the mipa olympics, it's also common knowledge that nadhira lacau liked farid.
His name is farid, xi mipa class 2. Interesting and smart, serious type of guy who pursue the book. But exclamation in joking, the guy who always wear Hoodie, calm and friendly. It's common knowledge that farid type is a little girl, cute, konyok. It's also a common secret that the type that is a farid for farid is Nadhira. Child xi mipa 3, which has a myriad of friends. It's a general secret, you farid like nadhira.
Nadhira never know and do not understand, why all menyangkajika nadhira like farid. Yes farid, it is interesting. Yes, farid is in accordance with its type. But, dhira did not like that guy.
As usual Nadhira had arrived at his school while still a few pupils, he walked through the school corridor suddenly someone bumped into him. Make it fall and followed bebrapa bukua in the carry, the person fell and immediately helped nadhira stand.
"Sori-sori" bass voice that make nadhira immediately standing assisted the person, "gakpapa my fault too" said dhira friendly, then stood upright. "Short person suffering, enakya tinggiikaya lo" the guy is smiling, then put his serious face back "there is a wound? sick? Bloody?"
"Enggak, yaampun I just jatoh." Said dhira, then help bring the books scattered. "Thanks, by the way I farid" dhira paused for a moment. "I dhira greetings know". Farid was a little surprised when he realized the words dhira. Dhira? The girl everyone thinks farid likes this girl. The dhira's match feels small and soft, fitting in farid's grip. They shook hands for a long time, gained into each other's eyes, until Farid realized first and up his stretch. Followed by dhira, "I keke class dulan" farewell dhira so farid put his hand into the Hoodie is being worn.
Farid still felt the dhira's hand during the journey to the library, but the taste was gone after farid saw his best friend. Geunta, geunta loves dhira. Dhira watched Farid's back, which was getting away. Dhira still felt farid's grip in her hand, but the taste disappeared after seeing her friend. Fany, fany like farid. If you can be honest fany it farid match, they are the same-samaserius, same adult. Wait. Emangapa dhira think of farid like this? It is not possible dhira likes faris quickly, dhira not want to hurt fany heart,
According to Farid, geunta is compatible with dhira, popular, like dhira. Ridiculous, like dhira. Wait why farid think of dhira? What else does farid know if geunta loves dhira. Unconsciously farid was sitting beside the geunta, who was putting his hp on the bench "eh, lobisa dateng to basketball game this is not, what else cheesnya team there dhira" farid smile thinly. "Yes I am usahain".
Dhira body wrapped in costum cheersnya team, and intend to follow the exercise, but fany call him. Then they approach each other, "dhir moment deh .." said Fany. "What's the fan?" Asked dhira. "Help me invite the same farid dong". Dhira instantly pounded in her heart. "Ohh, tapikan I do not deket him" said dhira. "Ya just helpin wrote, ask id linenya kek or what?" Pinta fany, dhira paused and then nodded.
Geunta and farid intend to go back to school with them after school, and past the school side where the eskul cheers for the pleasure of geunta "if I do not want to make a fukus behind it" said geunta. "He said seneng kalo liat dhira" geunta investigate while carrying the key in the bike pocket.
Wednesday, the dhira and high school basketball contest will be in a few more minutes. Dhira is ready, just suddenly someone tapped his shoulder dhira turned and so surprised "dhirakan?" Dhira immediately look at the person, "I guess you do not know me." Said geunta "Thank you who do not know geunta?" Dhira said while turning the ball mat. "By the way, where do you want to go? Want nemenin I buy a drink is not? "Then dhira nodded.
And farid was already sitting nicely in the front seat at the front, waiting for the game to start and also waiting for dhira with his jumping action. Farid knows this is wrong, farid can not get rid of dhira from his heart quickly. Suddenly someone pats his shoulder, geunta knows the person. Fany, the girl who always goes with fany.
"Faridkan?" He replied, "and lo fany right?" Farid replied kindly, "why? Next to me is a kodongkok. "Fany face looks sparkling. "Really allowed?" Then Farid shifted slightly to make the seat more spacious. It is not as small as dhira.
In the end, love does not have to have right?
-------------------------------------------------- ---- The end -------------------------------------------- -

IMAJINASI











 


Demikianlah Artikel IMAJINASI / IMAGINATION

Sekianlah artikel IMAJINASI / IMAGINATION kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel IMAJINASI / IMAGINATION dengan alamat link https://prosrozer.blogspot.com/2018/06/imajinasi.html
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search