karma janda malang - Hallo sahabat PROSROZER, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul karma janda malang, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Cerpen, yang saya tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : karma janda malang
link : karma janda malang
Anda sekarang membaca artikel karma janda malang dengan alamat link https://prosrozer.blogspot.com/2018/06/karma-janda-malang.html
Judul : karma janda malang
link : karma janda malang
Baca juga
karma janda malang
Gambar hanya pemanis
"
karma janda malang "
Sejak
aku dicerai suamiku, aku memilih lebih
baik aku merantau ke kota yang jauh dari masa laluku. Aku tak pernah
membayangkan bila takdirku akan menjadi janda kali ketiganya. Untungnya aku
tidak dikaruniai anak , jadi aku tidak usah repot repot untuk memerhatikan anak
tersebut. Tetapi, takdir berkata lain tanpa disadari aku tengah hamil 2
setengah bulan. Disitu saya terdiam sesaat, apa yang harus aku lakukan dengan
bayi ini, dia akan terlahir tanpa ayahnya. Entah apa yang aku pikirkan sesaat
terdengar ada yang membisikan ditelingaku "lebih baik aku gugurkan saja
anak ini, kalo tidak aku akan terus mengenang dan tidak bisa move on
darinya" tanpa pikir panjang aku mencari oranh yang dapat menggugurkanya. Setelah
berhasil menggugurkannya saat aku pulang aku mulai pusing dan aku ditolong oleh
pria.
Pria
tersebut bernama Gunawan orang yang jadi pemilik bar yang ada disudut kota ini,
aku dibawa ke bar tersebut dan aku berbincang bincang hingga ujung ujungnga aku
ditawarkan bekerja didalam bar tersebut, tanpa berpikir panjang aku langsung
menyetujuinya karena aku pikir aku butuh uang untuk kelangsungan hidupku ini
juga, aku ditawarkan menjadi wanita penghibur, melayani pria para hidung belang
yang kehausan wanita. Setelah 3 bulan lamanya aku bekerja di tempat tersebut
aku menggugurkan 4 orang anak darah dagingku sendiri, tetapi aku tanpa berwajah
dosa aku bahagia senang dll. Dan aku nikmati hidupku yang sekarang. Setelah aku
menggugurkan anak ke 5 tadi tiba tiba dijalan kepalaku mendadak pusing dan saat aku akan terjatuh samar samar aku
melihat mobil yang berhenti di sampingku saat itu aku ditolong olehnya da dibawa ke sesuatu tempat.
Aku
dibawa ke pondok pesantren, saat aku terbangun suasana disana aku merasakan
hati ini terasa sejuk karena saat aku lihat pemandangan yang indah, alam yang
alami, pepohonan, bersih, suara lantunan ayat suci al-Qur'an, dll. Ketika aku
sedang menikmati semua itu tiba tiba datang di arah timur seorang cewek dengan
membawa secangkir teh hangat dan makanan juga obat untuk aku. Aku merasa senang
karena aku merasa kelaparan juga kehausan untung ada cewek tersebut, saat aku
memakan makanannya cewek tersebut memperkenalkan dirinya.
"Ohiya nama
saya dewi nama kamu?”
"Lia"
jawab lia.
"Hmm, ohiya
kamu kenapa dibawa kemari sama kakak ku?
"Kaka? (Dalam
hati aku berbicara "berarti dewi ini adiknya laki laki itu") dia
membantuku saat aku akan pingsan dijalan"
"Ohh emang
kamu kenapa? Kok bisa mau pingsan?" Tanya dewi.
"Entahlah
dew. Kepalaku sakit"
"Ohh kenapa
kamu tidak pergi sama suamimu?"
"Aku sudah
bercerai kali ketiganya dew"
"Iihh..
maafkan aku? Eh tapi mengapa bisa bercerai apa dia ga setia? Apa ada orang
ketiga?"
"(Dalam hati
aku berkata" ish.. ini orang pengentau aja sih itukan pribadi, cerewet
pula") mungkin orang ketiga"jawab lia.
"Ohh eh tapi
orang ketiga itu ga salah juga yang salah juga ya diantara kalian. Gini deh
tamu ga akan masuk apabila tuan rumahnya menyuruhnya masuk gitu jadi ya gasalah
salah amat si si orang ketiga mah"
"(Cukup beri
senyuman)"
"Ohiya kamu
tahu ga pesantren ini
................ ^#*@^#&@*@(@&#^#&@* @(@*#^#*#
(@(!()!)!)^#^#&#(!)@*@^#*!(!#*#&$*(@)@)#*$&#*...."
"(Dalam hati aku berkata"ishh ngomong
terus ngoceh kaya motor bebek nyerocos ga disuruh juga, semakin males
dengerinjya juga, huft")"
Dia
baru terpikir tentang kakaknya itu dia langsung bertanya kepada deqi dengan
memotong omongan dewi.
"....Oh iya
dew, kakak kamu namanya siapa sih orang nya bagaimana ceritain tentangnya
dong?"
"Kakak aku
namanya Hendri dia pengurus pesantren disini karena kakak aku ditunjuk untuk
menjadi pimpinan pesantren ini sebelum ayah meninggal, dia orangnya gantengya,
baik, wibawa, sopan santun, cerdas juga, trus apaya tinggi, putih, berkacamata,
lajang, umurnya 28 tahun tapi belom sempet mencari istri karena masih sibuk
mengurusi pondok pesantren ini jadii gitu deh, kata kak Hendri gitu, ohiya
kenapa kamu bertanya itu? Ciee sukaya sama kak Hendri aheuyy ka hendri akan
nikah nihh hiks"
"Apaan sihh
dew. Ah engga apa apa, makasih sudah menjelaskannya"
Dia
terdiam tersipu malu juga kesal kedewi dan selama beberapa hari aku disana aku
semakin ingin merubah diriku menjadi wanita yang sholehah dan taat agama untuk
bisa dekat dengan Hendri.
"Begitulah
ceritanya bu? Dia mengalami masalalu yang pahit dan juga depresi yang
berat" jawab dewi kepada ibunda lia.
"Astaghfirullah
dewiiii, dia melakukan dosa besar aduhh ampun ya allah ampuni anakku (sambil menangis)"
"Ibu
tenangya, semoga ini menjadi pembelajaran untuk dewi" ujar hendri.
"Terusna
bagaimana lagi dewi saat itu?" Tanya ibunda lia.
Waktu
itu, saat pagi hari ketika ia sedang duduk dibatu besar datang menghampiri lia,
warga/ orang orang pesantren yang tidak terima atas keberadaannya karena warga
sudah tahu tentang lia. Warga tersebut mencela, menghujatnya hingga lia sakit
hati juga sadar akan kesalahannya.
"Perempuan
itu tidak benar, perempuan penuh doa, usir saja dia dari sini ayoo" ujar
warga. Warga pun langsung menyeret dan membawa lia dengan ditarik paksa dan diusir dari pesantren tersebur dalam hati
lia berkata("mungkin ini balasan
dari Allah SWT atas apa yang aku lakukan") lia dibuang dan
ditinggalkan ditempat yang sepi dan jauh dari orang orang, lia menangis,
meratap kesedihan, mengingat dosa dosanya kepada suaminya, ibunya, anaknya,
dll. Setiap malam aku menangis karena disini gelap gulita, hannya cahaya langit
yang aku lihat, aku takut hewan buas datang menerkamku lalu aku terdiam dan
tidur dibawah pohon, saat aku terbangun aku sudah berada di dalam gudang yang
besar aku masih herab mengapa aku dibawa kemari dan disekap seperti ini, aku
meminta tolong yang keras kerasnya dan dari arah belakanh terdengar suara orabg
datang dan aku tersenyum tapi juga aku cemas siapa orang tersebut, saat mereka
berdiri dihadapan lia ternyata mereka berdua adalah joni dan joker anak buah
dari Bapak Gunawan yang mempunyai bar tempat aku bekerja,
"Hi lia sudah
bangun bagaimana nyenyak tidurnya, hahaha?"
"Mau apa
kalian mengapa menyekapku, tolong lepaskan aku"
"Sutt diam
lia jangan bergerak aku akan foto kamu dan akan aku kirim kepada bos ku, "
ujar joni
"Kalian
jahat!"
"Sutt sesama
jahat sudahlah jangan bertengkar" jawab joker
"Apa mau
kalian haah!?"
"Bos minta
kamu harus kembali ke pekerjaan kamu apakah kamu mau kalo kami mau kau akan
terbebas?" Ujar joker.
"Tidak aku
tidak mau kembali kepekerjaan yang hina dan dosa tidak mau"
"Jon kata bos
dia siksa saja sampai dia mau kembali ke bar" ujar joni kepada joker.
"Oke, kami akan
siksa kamu lia sampai kamu bicara ya"(suara
cepretan sabuk dan siksaan kepada lia)
"Ahh
sakit"
Begitulah
tiap harinya aku sungguh malang nasibku ini ya Allah, aku disekap digudang
tersebut selama 2 hari itupun hanya diberi makan 1 kali dan juga minum 1 kali,
lemas, lemah tak berdaya tubuh ku ini ya Allah untuk bicara saja sudah tak
kuat, tenaga ku habis karena aku terus menangis menjerit kesakitan dan terasa
hidupku tidak akan lama aku merasa hidupku berada pada diujung tanduk. Mereka
datang kembali dan bertanya kembali karena aku tidak kuat bicara aku disuruh
menggelengkan kepala jika Mengatakan tidak dan menganggukan kepala juga iya,
aku tetap menggelengkan kepala ku dan aku ditampar , dicambuk kembali dan
sadisnya rambutku dan kepalaku diikatkan tali yang diikatkan di pintu setelah
aku bilang tidak pintu itu situtup sekeras kerasnya dan aku tertarik oleh tali
tersebut, sakit rasanya dan rasanya aku ingin teriak dan melawan mereka tapi
apa daya sesar setelah itu aku mengalami sakit yang dahsyat diperutku aku tidak
bisa apa apa karena aku tidak ada tenaga untuk menahan rasa sakit ini aku hanya
menjerit dan menangis untuk menahan rasa sakit didalam perut ku ini dan aku
biarkan rasa sakit ini karena aku sudah tidak sanggup lagi, dan aku ditanya
kembali dan jawabanku masih sama aku menggelengkan kepalaku dan pintu tersebut
ditutupkannya kembali saat yang brsamaan
aku merasakan sakit di rambut dan kepalaku juga di perutku, habis sudah air mata ku tak lagi menetes. Berulang kali
pintu itu di tutup dengan keras saat yabg terakhir aku merasakan memiliki
tenaga untuk teriak sekencang kencangnya karena dari efek rasa sakitku yang
sangat dahsyat secara bersamaan Hendri dan dewi berada di sekitar gua ditengah
hutan tersebut dan mereka menolongku dan joni dan joker babak belur dan
meninggalkan lia, aku hanya melihat wajah hendri dan aku lemas lalu pingsan,
saat aku buka mata aku sudah berada di 1 ruangan dan aku melihat hendri dan
deqi berada disampingku,
"Apa ini
dirumah sakit?"
"Iya kamu
berada dirumah sakit" ujar dewi dan hendri
Tiba tiba dokter
datang dan bilang
"Alhamdulillah
kamu sudah siuman dan terbangun dari koma selama 3 hari, ohiya hendri ini hasil
lab lia hasil dari penyakit yang berada didalam perutnya itu "
"Makasih dok
lalu hendri terdiam sekaluligus kaget saat membaca hasil labnya lia"
"Ada apa
kak?" Tanya dewi.
"Ada apa hen?
Sini biar aku yang baca" ujar lia.
"Ya allah (disitu aku terdiam dan air mataku keluar
menangis dan selintas aku memikirkan apa yang telah aku lakukan dulu juga dalam
hati aku berbicara mengapa cobaan terus menerus menghampiri ku ya allah, apa
ini pantas untuk ku). ujarnya dalam hati"
"Kenapa lia.
Sini aku baca ............ Ya allag kamu
terkena kanker rahim dan rahimmu diangkat?! Yaallah yang sabarya lia".
Lia
memeluk dewi dan berkata "dewi kenapa ini terjadi padaku, mengapa masalah
termenerus menimpaku dewi, dan sekarang rahimku diangkat itu berarti aku tidak
akan mempunyai anak dew bagaimana"
sambil menangis takuasa
Dewi
memberi semangat kepada lia.
"Aku mengerti
lia apa yang kamu rasakan sudah yang tabah, tidak apa apa lia semoga allah
punya jalan terbaik dibalik ini, da
semoga air mata mu ini menjadi saksi ketobatan mu dan menjadi air mata
kebahagiaab dihari nanti lia, tetap semangat jangan menyerah dan ingat kau
masih punya kita ada aku dan kak hendri" ujar dewi.
"Iya benar
dew, jangan takut ada kita disini yang akan menjaga kamu dan aku akan menerima
kamu apa adanya walau kita tidak mempunyai keturunan"
Mendengar itu lia
kembali tersenyum dan memeluk mereka berdua.
"Terimakasih
sudah memberi ku semangat,
aku seakan bangkit dari kegelapan menemukan titik cahaya terang yang ia masuki
yaitu kebahagian bersama kalian, walaupun aku tak bisa bahagia untuk bisa
mendapatkan anak."
Seiringnya waktu mereka berdua hidup bahagia dengan
menjalankan pernikahan mereka dengan sederhana. Setelah beberapa lama mereka
menikah, suatu malam mereka mendengar tangisan bayi diarah depan rumah nya,
bayi itu adalah bayi laki laki kira kira berusia 6 bulan yang disampingnya ada
surat dengan dicantumkan nama dan juga pesan untuk lia dan hendri, (“Saya
berikan anak ini kepada kalian semoga anak ini menjadi anak yang sukses, dapat
dibanggakan, dan menjadi anak yang sholeh.. mohon maaf saya merepotkan kalian
berdua, terimakasih apabila kalian bisa menerima anak ini dengan sepenuh hati
kalian dengan cinta dan kasih sayang seperti anak kandung kalian bayi ini saya
beri nama dengan nama Reza Muhammad Faisal Nur Oktavian lahir tanggal 19
Oktober tahun 2009 terimakasih titip anak saya sayangilah dia)”.
“Pah, alhamdulillah doa kita dikabulkan oleh Allah Swt kita dapat mempunyai
anak dengan jalan menjadikannya anak angkat pah?” ujar Lia kepada Hendri.
“Iya Mah, kita angkat dia sebagai anak kita mah”. Jawab hendri
-
“Ekhm.... Assalamualaikum” ujar Lia
“Waalaikumsalam”
“Ya Allah anak ibu (Sambil memeluk lia) Uhh... cucu ibu gantengnya” ujar
ibunda lia.
“Maafkan aku ibu atas semua dosa-dosa lia terhadap ibu”
“Iya, ibu maafkan kamu nak”
“Makasih bu...”
Akhirnya kesedihan Lia
berubah menjadi kebahagian Lia yang dulu jauh dari ibunda tercinta sekarang
bisa memeluk dan berkumpul, menciumnya juga lengkap sudah kehidupan lia dengan
kebahagiaannya.
Nama : Tediansyah
Sekolah : SMKN 1 Cianjur
Demikianlah Artikel karma janda malang
Sekianlah artikel karma janda malang kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel karma janda malang dengan alamat link https://prosrozer.blogspot.com/2018/06/karma-janda-malang.html
Advertisement
EmoticonEmoticon